Uncategorized

SPEAK ALOUD, YOUTH

Bismillaah..

Kekuatan dalam bernegosiasi, kekuatan dalam menyampaikan pendapat, kekuatan dalam beropini adalah suatu hal yang ingin kami bentuk pada anak-anak sejak dini.

Tinggalkan kebiasaan mematikan kreatifitas dan keberanian anak dalam mencoba hal-hal baru.
Ketika guru berbicara, sangat mungkin anak2 usia dini turut berbicara. Apakah langsung kita hentikan?
Tidak.. kami akan mengingatkan berbicaranya bergantian.. dan sangat penting untuk menghargai yg sedang berbicara dengan mendengarkan apa kata teman atau gurunya. Lalu berikan waktu pada anak2 untuk menyampaikan apa yg ingin disampaikan.. walau itu terkesan “tidak penting”.
“Aku kemarin nonton film..”
“Tadi mamaku masak sayur bening, tapi aku nggak mau makan”
Lalu apresiasi, dengan bertanya kembali, atau membahasnya.

Minimalisir usaha menjadikan anak-anak kita menjadi robot, yang menerima segala perintah tanpa berpikir.
Berbeda pendapat itu sah.. Tugas kita, “orang tua” nya, untuk mengembalikan saat ada hal yang benar-benar melenceng terjadi.
Sangat mungkin perdebatan terjadi, dari usia dini bahkan..
Terkadang anak-anak bertengkar saat waktu beres-beres, mengenai siapa yang menggunakan sapu, siapa yang melipat selimut, siapa yang membawa tempat sayur..
Di sinilah peran kita untuk mengajak mereka berpikir dalam menyelesaikan masalah, bukan langsung menyelesaikan masalahnya.
Dialog yang diutarakan, serta aturan yg terus diulang akan mempertebal mielin anak, sehingga ini akan membentuk pola berpikir mereka.

Jurnal Pagi.. kegiatan sederhana yang kami lakukan setiap pagi adalah jembatan penting untuk mendobrak kebiasaan lama, dimana murid hanya duduk manis mendengarkan guru. Anak harus terus beraktifitas, dari menggambar, menulis, mendengar, dan mempresentasikan apa yg dibuatnya.

Anak akan terlatih konsentrasinya, saat tangan mereka bergerak, telinga bekerja mendengarkan materi, otak akan merespon dengan luar biasa, lalu lisanpun akan ada gilirannya bekerja.

So, let the youth speak.. Listen.. and Discuss it

Balikpapan, 25 Juni 2018
Martina Irawati Riyadi
PAUD Creative Land Preschool
SDIT Creative Islamic School

Uncategorized

PRASANGKA

– Catatan Seorang Guru –

Suatu hari saya kedatangan salah satu murid yang istimewa di kelas saya.
Sekilas jika kita lihat, dia tidaklah jauh berbeda dengan teman – temannya, namun setelah berinteraksi lebih lama, dia memiliki perbedaan yang ternyata cukup mencolok.

Beberapa hari kemudian semua orang menganggap dia tuli dan bisu, bahkan saya pun berprasangka demikian.
Teman-temannya pun ada yang mengganggap dirinya aneh.
Tak ada respon sama sekali ketika dipanggil, ketika ditepuk bahunya..

Beberapa kali pernah terlintas di pikiran saya, sedikit keputus asaan mengenai kondisinya yang tak kunjung mengalami perubahan dan perkembangan.

Namun ada keyakinan dalam hati saya, suatu hari nanti PASTI akan ada PERUBAHAN.
Saya yakin Allah SWT mendengar doa orang tuanya, doa saya – gurunya, dan doa kami semua yang berinteraksi dengannya setiap hari.

Beragam upaya kami usahakan, membahasakan semua yang kami lakukan, berbicara perlahan dan jelas, berkomunikasi dengan orang tuanya, menghadirkan tools untuk menambah literasi dan kosakatanya, hingga rujukan untuk terapi pun dijalani.

Tak terasa, sudah 1 semester dirinya berada di kelas saya.
Hingga suatu hari, saya mendengar langsung kalimat pertamanya ketika dirinya tersandung, spontan dia berkata, “aduhh..”

Tak dapat saya ungkapkan perasaan saya saat itu, senang.. terharu.. lega..
DIA BISA BERBICARA!

Selang beberapa bulan kemudian dia menunjukkan perkembangan lagi, dia dapat menirukan beberapa kata yang saya ucapkan dalam kelas!
Alhamdulillaah ya Allah..

Saat ini, saya pun merasa bersyukur, karena teman-teman sekelasnya pun sudah mengerti kondisi temannya tersebut, mereka saling mengingatkan satu sama lain, bahwa teman spesial mereka ini belum paham akan aturan tentang bermain bersama.
Terkadang langsung mengambil mainan yg dipegang temannya, berkeliling saat teman-temannya mengerjakan jurnal siang, tidak merespon saat kami berdiskusi..
Pasti ada salah satu temannya yg akan berkata ketika ada yg marah, “biarkan.. dia belum paham”..
Lalu membantunya menggunakan sepatu atau mengerjakan tugas lain.
Inilah empati yang kami bentuk di anak-anak usia 2-3thn.

Mungkin bagi sebagian orang itu bukan perkembangan yang berarti, tetapi bagi kami, pendidik di usia dini, itu adalah perkembangan yang LUAR BIASA dari murid-murid istimewa saya..

Balikpapan, 24 Juni 2018
Nur Ismi Priyanti Aziz
PAUD Creative Land Preschool

 

Telah diedit oleh Martina Irawati R

Uncategorized

Sekolah sejak dini

Bismillaah
Terkadang bingung ya, kenapa masih kecil sdh masuk sekolah?
Dia nanti akan bosan..

Hmm..
Tunggu dulu, sekolah yg sebenarnya adalah untuk orangtua, di Creative Land kami mengedukasi orang tua murid melalui video kegiatan anak yg kami lakukan di sekolah, agar menjadi guidance bagi orang tua yg ingin menyambung stimulus anak di rumah.

Kegiatan yg dilakukan anak, kami rancang melalui program yg membentuk semua aspek untuk mendukung kehidupan anak kelak. Mempersiapkan anak2 menjadi manusia tangguh dgn akhlak yg baik dan karakter kuat yg mampu mempengaruhi sekitarnya.

Semua itu tidak mudah. Beberapa kali kami membuka lowongan sebagai guru, dengan gaji yg memang tdk bisa kami patok tinggi (jika dibandingkan dgn BUMN, bank, migas..), mengingat semua biaya kami bebankan pada orang tua murid. Dan.. bulan kedua, guru2 baru tsb mulai bertumbangan.. Tidak kuat dgn tuntutan pekerjaan, cara berbahasa, handling anak, phewh.. 1000 kesabaran yg dituntut u terus ada di diri setiap guru.

Jadi, apa yg dilakukan anak2 di sekolah?
Bermain, bernyanyi, bekerja, mengurus dirinya sendiri, berteman..

Ah.. semua itu bisa dilakukan sendiri di rumah!
Setuju!
Dan harus dilakukan..
Tetapi.. dengan berpartner dgn lembaga pendidikan yg berkutat setiap hari dan bertahun2 dgn anak yg beragam, tentunya kegiatan dan program yg dibuat bisa dipastikan ada landasan ilmu yg digunakan sebagai dasar pemikiran. Dan orang tua menjadi lebih paham akan tumbuh kembang putra-putrinya.

Hmm.. sudah memutuskan untuk memilih sekolah dan preschool? Pastikan program yg diusung sejalan dengan apa yg dilakukan di rumah, untuk membentuk pribadi anak.. bukan hanya untuk sekedar dapat membaca..

Balikpapan, 31 Mei 2018
Martina Irawati R
Creative Land PPreschool

#yukhijrah
#IndonesiaStrongFromHome
#Gernasbaku
#IndonesiaBangkit
#PAUDbalikpapan
#SekolahDiBalikpapan

Uncategorized

Catatan Seorang Ibu..

Sore itu aku temui putra bungsuku yg bermain di depan sekolah, berlari kencang masuk ke dalam ruangan..

Lalu menginformasikan, “Ra.. dijemput”
Lalu berlari lagi dengan kencang keluar, kembali ke ayunan yg tadi ditinggalkannya.

Ayah Ra.. tersenyum lalu mengajak putraku berbincang.
Dia pun menanggapi lalu berlari masuk lagi ke front office, menemui Ra.. teman sekelasnya yg sedang dibantu menggunakan sepatu.
Tangan mungil putraku bergerak cepat.

Guru kelasnya sedikit terkejut, lalu setelah mengamati tindakan putraku, “oh.. mau membantu Ra.. menggunakan sepatu ya? Terimakasih sudah membantu..”

Sore itu akupun kembali terenyuh..
Putraku yg baru berusia 3.5thn paham tentang keadaan temannya yg memiliki kebutuhan khusus dan perlu dibantu.

Begitu pula di kelasnya, kujumpai beberapa anak yg mulai terbentuk empatinya, mengingatkan teman2 lainnya mengenai kondisi teman spesialnya ini. “Biarkan.. Ra.. belum paham.”

Orang tua mana yg tidak tersentuh hatinya melihat gerak-gerik dan ucapan anak2 ini.. sedangkan orang2 dewasa lain belum pasti bisa berlaku seperti mereka.

Semoga sikap empati ini terus ada pada diri mereka hingga mereka dewasa kelak.

Balikpapan, 26 Mei 2018
Martina Irawati Riyadi
Creative Land Preschool

Special thanks to the teacher’s team for building my son’s character..20171224_123131

Uncategorized

Messy Play

Bismillaah..

Bermain yang membuat lingkungan menjadi berantakan? Siapa takuut.. Itulah yang kami adakan di Creative Land Preschool.

Kegiatan ini diadakan untuk memenuhi kebutuhan sensori motor anak. Kebutuhan indra anak yang memang harus dilalui, dan bukannya dipangkas.

Sebab jika kebutuhan ini tdk dipenuhi, atau dihilangkan, maka suatu saat si anak yg mungkin sdh tumbuh menjadi orang dewasa akan mencarinya.

Sensory play adalah permainan yang dilakukan oleh anak untuk memenuhi kebutuhan sensori dan indra nya, seperti indra perasa, peraba, penglihatan, pendengaran, dan penciuamannya. Tugas dari orang dewasa yg mendampingi mereka bermain adalah memberi pijakan yg tepat untuk meningkatkan permainan mereka menjadi bermain sesuai fungsinya.

Bagi anak2 yg kebutuhannya masih pada sensory play, saat mereka bertemu bak berisi air, maka mereka akan bermain sesuai kebutuhannya, bagi yg butuh memenuhi indera perabanya, sangat mungkin akan masuk ke dalam bak dengan pakaian lengkap, yg butuh memenuhi kebutuhan indera perasanya akan mencoba memasukkan air ke dalam mulutnya. Sedangkan anak2 yg sdh paham fungsinya, dengan pijakan yg tepat, akan mampu menggunakan peralatan yg ada sesuai fungsinya.

Sudah siap bermain yg menjadikan rumah berantakan? Jangan khawatir, Moms, pengalaman seru akan membuat anak2 menjadi pribadi mandiri yg siap menjadi manusia seutuhnya kelak, saat mereka dewasa.

Setelah selesai bermain, jangan ragu untuk mengajak anak2 ikut beres2.. hingga tuntas.

Ingin tau program preschool dan SD kami? Silahkan hubungi 082158012283

Uncategorized

Lowongan Kerja

Bismillaah..

Kami masih mencari partner kerja untuk mencetak generasi penerus yg berakhlak mulia, dengan niat bekerja tidak hanya bertujuan u kepentingan duniawi saja, namun juga untuk bekal di akhirat nanti.

Karena kami ingin membangun karakter anak2 didik.. maka kami mengutamakan SDM yg berakhlak baik pula untuk menjadi contoh nyata bagi anak2 didik, dan memiliki semangat untuk terus belajar.

Yang berminat, silahkan wapri atau langsung kirim lamaran ke sekolahan ya.

Mohon bantu dishare.. terimakasih

20180507_142855

Uncategorized

Membaca

Membaca, Iqro..

Perintah membaca ini datang pertama kali pada Rasulullaah SAW, kami mengambil hikmah bahwa perintah membaca ini bukan saja dimaknai sesuai arti kata tersebut.

Membaca dapat dimaknai sebagai mengamati suatu keadaan, mengamati perilaku anak, mengamati keputusan-keputusan yang diambil, lalu menarik kesimpulan berdasarkan ilmu yang ada dan yang dimiliki.

Oleh sebab itu lah, sangat penting bagi kita, sebagai orang tua mencari ilmu agar dapat “membaca” anak kita. Kenapa dia berbuat demikian, apa yang menyebabkan anak marah, bagaimana cara berkomunikasi pada anak dengan tepat, dan banyak hal lainnya yang harus kita pelajari.

Banyak dijumpai konflik antara orang tua dan anak2 yang menginjak masa awal remajanya. Saya pun sempat mengalaminya.

Mengapa semakin besar, anak saya semakin sulit diatur? Kenapa anak saya hampir 80% hari2nya dilewati dengan emosi?

Ternyata kesalahan terletak hampir semua di saya, sebagai orang tua yang tidak mampu membaca fase tumbuh kembang anak saya.

Di usia 10 thn, logika anak mulai terbentuk, kemampuan berbahasanya jauh berkembang jika dibandingkan dengan anak usia dini. Lihatlah, anak2 usia seperti ini akan mulai menjawab lontaran kata2 kita, membalikkan kata2 kita dengan yang biasa kita ucapkan dahulu.

Perlu waktu yang cukup lama untuk saya berdamai dengan si sulung. Dan itu saya temui saat belajar tentang metode sentra. Acceptance adalah hal pertama yg harus kita pahami. Menerima bahwa ternyata memang anak usia awal remaja adalah masanya ingin diakui keberadaannya, tidak mudah disuruh2. Kata maaf pun saya ucapkan pada si sulung, “Maaf ya, Mama sering marah2 sama kakak”. Hal ini membuat kami berdua meneteskan air mata.

Tidak ada gunanya menggunakan kekerasan, kualitas dalam berkomunikasi lebih memiliki daya keberhasilan untuk kita dalam menghadapi anak2 dalam usia ini.

Saya mulai merubah gaya komunikasi saya. Menemui tas, baju, berserakan di lantai, tidak lagi menggunakan omelan.. tidak lagi menggunakan nada tinggi.

Menjumpai waktu sholat tiba, tapi si Sulung masih saja bermain dengan adiknya. Saya tidak pernah menyuruhnya lagi. Sebab seringnya akan berakhir saya ngomel panjang lebar dan dia semakin tdk berangkat sholat. Cukup merubah pola komunikasi saya.

“Kak, waktunya sholat magrib. Sekarang jam 18.45, kakak mau sholat jam berapa?”

Ternyata dengan membuatnya menjadi pembuat keputusan untuk dirinya sendiri cukup berhasil menenangkan suasana panas yg beberapa kali kami alami.

Saya pun bertanya lagi, “nanti mau diingatkan berapa kali?” Dan biasanya Sulung saya menjawab “1x aja, Ma”

Jika ada yang ingin saya bahas dengannya, saya pun memilih waktu saat anak saya mulai tenang, lupakan cara lama emak2 (mengomel), sebab semburan kata2 kita tdk akan pernah didengar 😁. Mubadzir.

Ketika suasana tenang, mulailah membuka komunikasi, menanyakan pemicu masalahnya, menggali akar permasalahan sangatlah penting, lalu kita beri masukan dari sudut pandang kita (orang dewasa), tanyakan kembali pendapatnya, kira2 penyelesaian terbaik menurutnya yg mana.

InsyaAllah masalah menghadapi anak remaja di rumah akan teratasi jika kita sebagai orang tua dapat menekan ego, bersabar, dan satu yang paling penting, memohon pertolongan dari Allah SWT.

Sedangkan untuk video di bawah ini, Iqro atau membaca sesuai makna nya ya, kapan waktu yang pas menggunakan cara drilling seperti ini? Saat anak mulai bertanya, apa ini, huruf apa ini, itu bacanya apa.

Akan tetapi, setting lingkungan untuk menunjang kemampuan literasinya harus dilakukan sejak dini. Dengan cara2 yg menyenangkan, tentunya.