Uncategorized

PRASANGKA

– Catatan Seorang Guru –

Suatu hari saya kedatangan salah satu murid yang istimewa di kelas saya.
Sekilas jika kita lihat, dia tidaklah jauh berbeda dengan teman – temannya, namun setelah berinteraksi lebih lama, dia memiliki perbedaan yang ternyata cukup mencolok.

Beberapa hari kemudian semua orang menganggap dia tuli dan bisu, bahkan saya pun berprasangka demikian.
Teman-temannya pun ada yang mengganggap dirinya aneh.
Tak ada respon sama sekali ketika dipanggil, ketika ditepuk bahunya..

Beberapa kali pernah terlintas di pikiran saya, sedikit keputus asaan mengenai kondisinya yang tak kunjung mengalami perubahan dan perkembangan.

Namun ada keyakinan dalam hati saya, suatu hari nanti PASTI akan ada PERUBAHAN.
Saya yakin Allah SWT mendengar doa orang tuanya, doa saya – gurunya, dan doa kami semua yang berinteraksi dengannya setiap hari.

Beragam upaya kami usahakan, membahasakan semua yang kami lakukan, berbicara perlahan dan jelas, berkomunikasi dengan orang tuanya, menghadirkan tools untuk menambah literasi dan kosakatanya, hingga rujukan untuk terapi pun dijalani.

Tak terasa, sudah 1 semester dirinya berada di kelas saya.
Hingga suatu hari, saya mendengar langsung kalimat pertamanya ketika dirinya tersandung, spontan dia berkata, “aduhh..”

Tak dapat saya ungkapkan perasaan saya saat itu, senang.. terharu.. lega..
DIA BISA BERBICARA!

Selang beberapa bulan kemudian dia menunjukkan perkembangan lagi, dia dapat menirukan beberapa kata yang saya ucapkan dalam kelas!
Alhamdulillaah ya Allah..

Saat ini, saya pun merasa bersyukur, karena teman-teman sekelasnya pun sudah mengerti kondisi temannya tersebut, mereka saling mengingatkan satu sama lain, bahwa teman spesial mereka ini belum paham akan aturan tentang bermain bersama.
Terkadang langsung mengambil mainan yg dipegang temannya, berkeliling saat teman-temannya mengerjakan jurnal siang, tidak merespon saat kami berdiskusi..
Pasti ada salah satu temannya yg akan berkata ketika ada yg marah, “biarkan.. dia belum paham”..
Lalu membantunya menggunakan sepatu atau mengerjakan tugas lain.
Inilah empati yang kami bentuk di anak-anak usia 2-3thn.

Mungkin bagi sebagian orang itu bukan perkembangan yang berarti, tetapi bagi kami, pendidik di usia dini, itu adalah perkembangan yang LUAR BIASA dari murid-murid istimewa saya..

Balikpapan, 24 Juni 2018
Nur Ismi Priyanti Aziz
PAUD Creative Land Preschool

 

Telah diedit oleh Martina Irawati R

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s