Diposkan pada parents, School Information

Rules

Bismillaah..

Perlukah kita memberi aturan pada anak2 kita? Jika bertanya pada saya, saya akan tegas menjawab, PERLU. Sejak kapan kita memberlakukan aturan di rumah? Sedini mungkin.

Di Creative Land, semua menjadi aman terkendali berkat adanya aturan yg kami terapkan. Untuk anak2 usia dini, aturan berasal dari orang dewasa (guru atau orang tua), bukan melalui musyawarah dengan anak. Sebab di usia dini, fitrah anak yang belum terbentuk logikanya, membuat mereka cenderung menerima dan mengikuti aturan.

Kami terbiasa memulai kelas dan bermain sentra dengan mengulang kembali aturan di kelas, bahkan untuk anak2 yg luar biasa, perlu pengulangan dan waktu khusus untuk membahas aturan ini, agar anak dapat memahami maksud dari aturan yg dibuat.

Perlunya anak untuk dapat fokus dan tuntas saat berkegiatan, menyayangi teman, mengontrol gerak dan suara adalah beberapa aturan yang sering saya utarakan.

Bagaimana saat waktu berjalan? Tentu saja pasti ada konflik yg terjadi (sangat jarang kelas berjalan dalam 1 hari dengan tenang), ada yg kurang sabar mengantri, ada yg bergerak terlalu berlebihan, ada yg bercandanya berlebihan hingga teman tersinggung, dan beberapa masalah lain yang menurut kita mungkin sepele, tetapi hal besar untuk anak2.

Di sinilah peran orang tua dan guru sebagai pembimbing diperlukan.. untuk membentuk pola berpikir anak dalam menyelesaikan masalah, dan mengingatkan aturan yang telah dilanggar, serta menjelaskan akibat yg mungkin terjadi.

Beberapa kali saya melihat hal yang menurut saya agak diluar batas kewajaran, dimana orang tua meletakkan keputusan pada anak, seperti mau dijemput dimana, sama siapa, makan apa. Padahal kita harus mengajari anak, untuk menerima kondisi yang sebenarnya. Jangan sampai orang tua menjadi repot dengan menjemput kakak di sekolah cabang, dan menjemput adik di sekolah pusat, padahal seharusnya bisa jadi satu. Ketika anak mulai mengeluarkan tangisan dan rewel yang tentu saja menjadi alat untuk memanipulasi orang dewasa, kita sebagai imam atau pemimpin yg harus mengambil keputusan, dan memberikan pemahaman pada anak perihal hal tsb.

Contoh aturan yg dapat diterapkan sejak bayi, misalkan berdoa sebelum melakukan kegiatan, dan ini kita bahasakan. Contoh lain, makan menggunakan tangan kanan, minum dan makan sambul duduk, dan jika anak lupa, kita ulang kembali aturannya.

So, siap menjelaskan aturan sebelum berkegiatan dengan anak? Yuk, mulai dari sekarang!

Penulis:

a wife.. a mother from 3 lovely children, Zahra , Fatih , and Hafidz..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s