Diposkan pada Uncategorized

Tentang Makan…

Bismillaah..
Anak2 hebat ini sdh bisa melayani dirinya sendiri, mulai dari mengambil peralatan makan.. hingga menakar jumlah makanan yg diperlukan oleh tubuh mungilnya.

Menakar makanan yg diperlukan oleh tubuh sangatlah penting dimana Rasulullah pun mengajarkan kita agar tidak berlebihan saat makan..

Anak perlu mengenal rasa lapar, yang terkadang dilupakan oleh orang tua karena selalu sibuk memenuhi kebutuhan anak, sehingga anak tidak pernah merasakan bagaimana jika “aku lalai makan”. Sehingga anak paham perbedaan antara saat kebutuhan makanan terpenuhi dan saat tidak terpenuhi.
Bagi anak di atas 2thn, susu sdh tidak menjadi kebutuhan utama, harapannya anak dapat memenuhi gizi lewat makanan.
Masih banyak anak yg minum susu berlebihan, sehingga terkadang menjadi enggan untuk makan.
Perlu dipahami bahwa susu bukanlah tergolong “minuman” tetapi makanan dalam bentuk cair, sehingga memang cukup mengenyangkan untuk anak.

Penting pula bagi kita untuk selalu mengingatkan agar anak sabar menunggu giliran, berempati pada teman yg belum mendapat makanan, dan tidak membuang makanan yg tersisa (mubadzir).
Kebiasaan dan reminder yg berulang dan selalu konsisten dilakukan oleh orang2 terdekat anak akan membentuk kepribadian yg kuat pada anak. Namun perlu diingat bahwa semua ber proses, perlu sabar untuk menunggu hasilnya.

Karakter di bentuk pada saat usia dini, memerlukan role model dari lingkungan terdekat anak, dan dilakukan terus menerus.

Tetap semangat bagi Ayah dan Bunda yg sedang mendidik anak2 di rumah, untuk menjadi manusia unggul yg berkarakter baik.

Balikpapan, 19 Juli 2017
Martina Irawati R, SE
Creative Land Preschool

Diposkan pada Uncategorized

Hari pertama di Creativeland Active Learning Creative Land preschool
Suasana memang agak berbeda di hari-hari sebelumnya..

Jika saat daycare kemarin, suasana cenderung lengang.. sebab masih dalam suasana liburan.
Di Senin pagi ini, kondisi agak riuh dengan suara tangisan beberapa orang anak yang baru masuk, dan masih ditemani oleh bundanya..

Kondisi yang sangat wajar jika anak menangis di hari pertamanya sekolah, saat ditinggal oleh orang tuanya..
Hal ini dikarenakan orang tua adalah manusia pertama yg dikenal oleh anak, dimana anak merasakan keamanan dan kenyamanan..
Saat anak harus berada di tempat baru yang asing, tentu ada perasaan tidak nyaman, yaitu gelisah, khawatir, dan malu.. sama seperti kita orang dewasa.

Namun, kita sebagai orang dewasa sudah dapat menetralisir perasaan tersebut, sedangkan anak2 cenderung mengekspresikannya dengan ekspresi yg biasa dia lakukan di rumah, dan kemungkinan besar hal itu adalah melalui tangisan, atau ledakan kemarahan karena orang tua nya tidak menuruti keinginan anak (catat: menemani dan berada di samping mereka).

• Anak perlu diberi pijakan saat sebelum sekolah, kira2 akan seperti apa suasana di sekolah, apakah bunda menemani sebentar kemudian bunda menunggu di suatu tempat, dan pastikan anak paham bahwa bunda akan menjemput kembali, sehingga kekhawatiran mereka berkurang.

• Pastikan agar anak diberi penjelasan bahwa akan ada beberapa orang dewasa yg bisa diajak bicara (guru) dan teman2 yg seusia yang dapat diajak bermain..

• Beri penghargaan ketika anak sudah menyelesaikan waktu sekolahnya tanpa masalah dengan tidak berlebihan, dan terus beri motivasi bagi anak2 yg memang masih perlu motivasi untuk mengatasi perasaan khawatir mereka.

Semoga bermanfaat..

Balikpapan, 17 Juli 2017
Martina Irawati R, SE
Creative Land Preschool