Posted in parents

Sedikit sharing memperkenalkan puasa ke anak kita

Alhamdulillah sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan kembali, semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa ini dan diterima oleh Allah SWT, amin.
Saya ingin sharing pengalaman sedikit sewaktu memperkenalkan puasa kepada anak pertama saya, Zahra.
Saat itu Zahra masih di kelas TK B Creative Land, usianya sekitar 5,5thn.
Menjelang Ramadhan, dengan antusias saya bercerita tentang Ramadhan kepadanya, banyak sekali pahala yang akan Allah SWT beri kepada orang yang menjalankan ibadah puasa dengan sungguh2. Dan Zahra kecil pun bertanya, apa itu pahala. Saya jelaskan pahala adalah hadiah dari Allah jika ada anak yang berbuat baik seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT, dan hadiahnya adalah surga.
Apa itu surga? surga adalah tempat yang sangaaatt enak, lebih enak dari apa pun yang ada di dunia. Di sana ada es krim banyak (karena Zahra paling suka es krim), coklat, dan anggur.. Zahra bisa minta terus, tidak akan habis-habis es krimnya… Kalau Zahra pengen tinggal bilang,
“Zahra pengen es krim ya Allah”.. tring.. langsung deh es krimnya ada.. “Enak ya, Zahra?” Zahra senyum-senyum membayangkan es krimnya.
Lalu Zahra bertanya lagi, “kalau Barbie ada juga ma?” nah.. saya agak-agak bingung juga menjawabnya, tapi saya bilang ada.
Dan imajinasinya pun mulai berjalan, “Barbienya hidup ma, nanti Zahra mau ajak main, ngobrol..” saya senyum-senyum aja karena dia mulai ngoceh sendiri.
Esok nya saya bertanya, “Zahra tau nggak, kalau puasa itu nanti kita bangun dan makannya pagi banget.. namanya sahur. Zahra mau ikut sahur?”
“Semua nya sahur ma? Yangti, yangkung, mama..?” Tanyanya.
“Oh iya.. seru lho Zahra” jawab saya.
dan cerita bergulir sambil menerangkan tata cara puasa.
Pada waktu itu di rumah ada anak yang ikut ibu nya bekerja di rumah, alhamdulillah mereka seumuran dan keduanya antusias menyambut puasa.
Saat tiba waktu sahur, saya membangunkan keduanya, mereka senang sekali makan di waktu sahur dan antusias waktu dibangunkannya dengan, “lho bagaimana ini, jadi mau ikut puasa ga? waktu sahurnya sudah mau habis nih..”
Ketika di sekolah, para guru menjelaskan tentang ibadah puasa, kemudian bertanya pada murid-murid, siapa saja yang berpuasa. Kami katakan pada yang tidak berpuasa, agar tidak membuat teman-teman yang puasa menjadi ingin makan atau minum. Dan memberi tahu bahwa jika masih anak-anak, puasanya boleh sampai jam 12 saja dulu jika belum kuat.
Ternyata setelah pulang sekolah, Zahra dan Kiki masih bersemangat untuk meneruskan puasanya hingga waktu berbuka, padahal sewaktu jam 4 biasanya mereka berdua sudah bolak balik bertanya apa menu bukanya, tidak kuat – haus.. tapi kami yang ada di rumah terus menyemangati keduanya (karena sayang sekali, mereka sudah tinggal sedikit lagi sampai di waktu berbuka sesungguhnya), akhirnya lupa juga dengan hausnya karena biasanya saya mengajak mereka bermain, atau menggambar dan membuat proyek-proyek kecil🙂
Dan saat tiba adzan magrib, keduanya pun sumringah memandang hidangannya, walaupun ternyata makannya hanya secukupnya.
Saat tarawih pun alhamdulillah mereka antusias pergi ke masjid, jika saya malas pergi, Zahra lah yang merengek agar diperbolehkan ke masjid😀
walaupun saya tahu di sana dia tidak full sholat, di awal-awal memang masih ikut saya terus, lama-lama ternyata Zahra berkenalan dengan anak-anak yang lain, jadi motivasinya memang ingin bertemu teman-teman barunya🙂
Tapi tidak apa bunda, tetap beri pengertian, tidak boleh ribut di masjid, lari-lari di masjid karena akan mengganggu yang sedang sholat. Alhamdulillah paling tidak, Zahra menyelesaikan sholat Isya dan tarawih 2 rakaat, baru saya perbolehkan main dengan temannya.

Perkenalkanlah ibadah terhadap anak kita sedini mungkin, sehingga insyaAllah anak kita akan terbiasa melihat kita dan ikut menjalankan ibadah tersebut bersama kita, orang tuanya. Karena mereka lah investasi kita di akhirat kelak. Tidak usah memaksa untuk hasil yang sempurna, namun berilah semangat terus, sehingga anak akan terpacu untuk menyelesaikan nya.
Alhamdulillah saat itu Zahra dan Kiki berhasil melalui Ramadhan 1 bulan penuh dengan full… Subhannallah, mereka yang masih berusia 5 tahun saja bisa, semoga kita pun diberi kemudahan oleh Allah SWT, amin.

Penulis:

a wife.. a mother from 3 lovely children, Zahra , Fatih , and Hafidz..

One thought on “Sedikit sharing memperkenalkan puasa ke anak kita

  1. jika teman di lingkungan banyak yang tidak berpuasa, akan membuat mereka (anak-anak) lebih berat menjalankannya, maka buatlah suasana yang membawa mereka untuk dapat menyelesaikan puasanya. Reward juga dapat dibuat, tidak harus membeli, biasanya saya membuat guntingan bintang dan Zahra dapat menempelnya di star board milik Zahra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s