Diposkan pada Uncategorized

Sekolah sejak dini

Bismillaah
Terkadang bingung ya, kenapa masih kecil sdh masuk sekolah?
Dia nanti akan bosan..

Hmm..
Tunggu dulu, sekolah yg sebenarnya adalah untuk orangtua, di Creative Land kami mengedukasi orang tua murid melalui video kegiatan anak yg kami lakukan di sekolah, agar menjadi guidance bagi orang tua yg ingin menyambung stimulus anak di rumah.

Kegiatan yg dilakukan anak, kami rancang melalui program yg membentuk semua aspek untuk mendukung kehidupan anak kelak. Mempersiapkan anak2 menjadi manusia tangguh dgn akhlak yg baik dan karakter kuat yg mampu mempengaruhi sekitarnya.

Semua itu tidak mudah. Beberapa kali kami membuka lowongan sebagai guru, dengan gaji yg memang tdk bisa kami patok tinggi (jika dibandingkan dgn BUMN, bank, migas..), mengingat semua biaya kami bebankan pada orang tua murid. Dan.. bulan kedua, guru2 baru tsb mulai bertumbangan.. Tidak kuat dgn tuntutan pekerjaan, cara berbahasa, handling anak, phewh.. 1000 kesabaran yg dituntut u terus ada di diri setiap guru.

Jadi, apa yg dilakukan anak2 di sekolah?
Bermain, bernyanyi, bekerja, mengurus dirinya sendiri, berteman..

Ah.. semua itu bisa dilakukan sendiri di rumah!
Setuju!
Dan harus dilakukan..
Tetapi.. dengan berpartner dgn lembaga pendidikan yg berkutat setiap hari dan bertahun2 dgn anak yg beragam, tentunya kegiatan dan program yg dibuat bisa dipastikan ada landasan ilmu yg digunakan sebagai dasar pemikiran. Dan orang tua menjadi lebih paham akan tumbuh kembang putra-putrinya.

Hmm.. sudah memutuskan untuk memilih sekolah dan preschool? Pastikan program yg diusung sejalan dengan apa yg dilakukan di rumah, untuk membentuk pribadi anak.. bukan hanya untuk sekedar dapat membaca..

Balikpapan, 31 Mei 2018
Martina Irawati R
Creative Land PPreschool

#yukhijrah
#IndonesiaStrongFromHome
#Gernasbaku
#IndonesiaBangkit
#PAUDbalikpapan
#SekolahDiBalikpapan

Diposkan pada Uncategorized

Catatan Seorang Ibu..

Sore itu aku temui putra bungsuku yg bermain di depan sekolah, berlari kencang masuk ke dalam ruangan..

Lalu menginformasikan, “Ra.. dijemput”
Lalu berlari lagi dengan kencang keluar, kembali ke ayunan yg tadi ditinggalkannya.

Ayah Ra.. tersenyum lalu mengajak putraku berbincang.
Dia pun menanggapi lalu berlari masuk lagi ke front office, menemui Ra.. teman sekelasnya yg sedang dibantu menggunakan sepatu.
Tangan mungil putraku bergerak cepat.

Guru kelasnya sedikit terkejut, lalu setelah mengamati tindakan putraku, “oh.. mau membantu Ra.. menggunakan sepatu ya? Terimakasih sudah membantu..”

Sore itu akupun kembali terenyuh..
Putraku yg baru berusia 3.5thn paham tentang keadaan temannya yg memiliki kebutuhan khusus dan perlu dibantu.

Begitu pula di kelasnya, kujumpai beberapa anak yg mulai terbentuk empatinya, mengingatkan teman2 lainnya mengenai kondisi teman spesialnya ini. “Biarkan.. Ra.. belum paham.”

Orang tua mana yg tidak tersentuh hatinya melihat gerak-gerik dan ucapan anak2 ini.. sedangkan orang2 dewasa lain belum pasti bisa berlaku seperti mereka.

Semoga sikap empati ini terus ada pada diri mereka hingga mereka dewasa kelak.

Balikpapan, 26 Mei 2018
Martina Irawati Riyadi
Creative Land Preschool

Special thanks to the teacher’s team for building my son’s character..20171224_123131

Diposkan pada Uncategorized

Messy Play

Bismillaah..

Bermain yang membuat lingkungan menjadi berantakan? Siapa takuut.. Itulah yang kami adakan di Creative Land Preschool.

Kegiatan ini diadakan untuk memenuhi kebutuhan sensori motor anak. Kebutuhan indra anak yang memang harus dilalui, dan bukannya dipangkas.

Sebab jika kebutuhan ini tdk dipenuhi, atau dihilangkan, maka suatu saat si anak yg mungkin sdh tumbuh menjadi orang dewasa akan mencarinya.

Sensory play adalah permainan yang dilakukan oleh anak untuk memenuhi kebutuhan sensori dan indra nya, seperti indra perasa, peraba, penglihatan, pendengaran, dan penciuamannya. Tugas dari orang dewasa yg mendampingi mereka bermain adalah memberi pijakan yg tepat untuk meningkatkan permainan mereka menjadi bermain sesuai fungsinya.

Bagi anak2 yg kebutuhannya masih pada sensory play, saat mereka bertemu bak berisi air, maka mereka akan bermain sesuai kebutuhannya, bagi yg butuh memenuhi indera perabanya, sangat mungkin akan masuk ke dalam bak dengan pakaian lengkap, yg butuh memenuhi kebutuhan indera perasanya akan mencoba memasukkan air ke dalam mulutnya. Sedangkan anak2 yg sdh paham fungsinya, dengan pijakan yg tepat, akan mampu menggunakan peralatan yg ada sesuai fungsinya.

Sudah siap bermain yg menjadikan rumah berantakan? Jangan khawatir, Moms, pengalaman seru akan membuat anak2 menjadi pribadi mandiri yg siap menjadi manusia seutuhnya kelak, saat mereka dewasa.

Setelah selesai bermain, jangan ragu untuk mengajak anak2 ikut beres2.. hingga tuntas.

Ingin tau program preschool dan SD kami? Silahkan hubungi 082158012283

Diposkan pada Uncategorized

Lowongan Kerja

Bismillaah..

Kami masih mencari partner kerja untuk mencetak generasi penerus yg berakhlak mulia, dengan niat bekerja tidak hanya bertujuan u kepentingan duniawi saja, namun juga untuk bekal di akhirat nanti.

Karena kami ingin membangun karakter anak2 didik.. maka kami mengutamakan SDM yg berakhlak baik pula untuk menjadi contoh nyata bagi anak2 didik, dan memiliki semangat untuk terus belajar.

Yang berminat, silahkan wapri atau langsung kirim lamaran ke sekolahan ya.

Mohon bantu dishare.. terimakasih

20180507_142855

Diposkan pada parents, School Information

Rules

Bismillaah..

Perlukah kita memberi aturan pada anak2 kita? Jika bertanya pada saya, saya akan tegas menjawab, PERLU. Sejak kapan kita memberlakukan aturan di rumah? Sedini mungkin.

Di Creative Land, semua menjadi aman terkendali berkat adanya aturan yg kami terapkan. Untuk anak2 usia dini, aturan berasal dari orang dewasa (guru atau orang tua), bukan melalui musyawarah dengan anak. Sebab di usia dini, fitrah anak yang belum terbentuk logikanya, membuat mereka cenderung menerima dan mengikuti aturan.

Kami terbiasa memulai kelas dan bermain sentra dengan mengulang kembali aturan di kelas, bahkan untuk anak2 yg luar biasa, perlu pengulangan dan waktu khusus untuk membahas aturan ini, agar anak dapat memahami maksud dari aturan yg dibuat.

Perlunya anak untuk dapat fokus dan tuntas saat berkegiatan, menyayangi teman, mengontrol gerak dan suara adalah beberapa aturan yang sering saya utarakan.

Bagaimana saat waktu berjalan? Tentu saja pasti ada konflik yg terjadi (sangat jarang kelas berjalan dalam 1 hari dengan tenang), ada yg kurang sabar mengantri, ada yg bergerak terlalu berlebihan, ada yg bercandanya berlebihan hingga teman tersinggung, dan beberapa masalah lain yang menurut kita mungkin sepele, tetapi hal besar untuk anak2.

Di sinilah peran orang tua dan guru sebagai pembimbing diperlukan.. untuk membentuk pola berpikir anak dalam menyelesaikan masalah, dan mengingatkan aturan yang telah dilanggar, serta menjelaskan akibat yg mungkin terjadi.

Beberapa kali saya melihat hal yang menurut saya agak diluar batas kewajaran, dimana orang tua meletakkan keputusan pada anak, seperti mau dijemput dimana, sama siapa, makan apa. Padahal kita harus mengajari anak, untuk menerima kondisi yang sebenarnya. Jangan sampai orang tua menjadi repot dengan menjemput kakak di sekolah cabang, dan menjemput adik di sekolah pusat, padahal seharusnya bisa jadi satu. Ketika anak mulai mengeluarkan tangisan dan rewel yang tentu saja menjadi alat untuk memanipulasi orang dewasa, kita sebagai imam atau pemimpin yg harus mengambil keputusan, dan memberikan pemahaman pada anak perihal hal tsb.

Contoh aturan yg dapat diterapkan sejak bayi, misalkan berdoa sebelum melakukan kegiatan, dan ini kita bahasakan. Contoh lain, makan menggunakan tangan kanan, minum dan makan sambul duduk, dan jika anak lupa, kita ulang kembali aturannya.

So, siap menjelaskan aturan sebelum berkegiatan dengan anak? Yuk, mulai dari sekarang!

Diposkan pada Uncategorized

Membaca

Membaca, Iqro..

Perintah membaca ini datang pertama kali pada Rasulullaah SAW, kami mengambil hikmah bahwa perintah membaca ini bukan saja dimaknai sesuai arti kata tersebut.

Membaca dapat dimaknai sebagai mengamati suatu keadaan, mengamati perilaku anak, mengamati keputusan-keputusan yang diambil, lalu menarik kesimpulan berdasarkan ilmu yang ada dan yang dimiliki.

Oleh sebab itu lah, sangat penting bagi kita, sebagai orang tua mencari ilmu agar dapat “membaca” anak kita. Kenapa dia berbuat demikian, apa yang menyebabkan anak marah, bagaimana cara berkomunikasi pada anak dengan tepat, dan banyak hal lainnya yang harus kita pelajari.

Banyak dijumpai konflik antara orang tua dan anak2 yang menginjak masa awal remajanya. Saya pun sempat mengalaminya.

Mengapa semakin besar, anak saya semakin sulit diatur? Kenapa anak saya hampir 80% hari2nya dilewati dengan emosi?

Ternyata kesalahan terletak hampir semua di saya, sebagai orang tua yang tidak mampu membaca fase tumbuh kembang anak saya.

Di usia 10 thn, logika anak mulai terbentuk, kemampuan berbahasanya jauh berkembang jika dibandingkan dengan anak usia dini. Lihatlah, anak2 usia seperti ini akan mulai menjawab lontaran kata2 kita, membalikkan kata2 kita dengan yang biasa kita ucapkan dahulu.

Perlu waktu yang cukup lama untuk saya berdamai dengan si sulung. Dan itu saya temui saat belajar tentang metode sentra. Acceptance adalah hal pertama yg harus kita pahami. Menerima bahwa ternyata memang anak usia awal remaja adalah masanya ingin diakui keberadaannya, tidak mudah disuruh2. Kata maaf pun saya ucapkan pada si sulung, “Maaf ya, Mama sering marah2 sama kakak”. Hal ini membuat kami berdua meneteskan air mata.

Tidak ada gunanya menggunakan kekerasan, kualitas dalam berkomunikasi lebih memiliki daya keberhasilan untuk kita dalam menghadapi anak2 dalam usia ini.

Saya mulai merubah gaya komunikasi saya. Menemui tas, baju, berserakan di lantai, tidak lagi menggunakan omelan.. tidak lagi menggunakan nada tinggi.

Menjumpai waktu sholat tiba, tapi si Sulung masih saja bermain dengan adiknya. Saya tidak pernah menyuruhnya lagi. Sebab seringnya akan berakhir saya ngomel panjang lebar dan dia semakin tdk berangkat sholat. Cukup merubah pola komunikasi saya.

“Kak, waktunya sholat magrib. Sekarang jam 18.45, kakak mau sholat jam berapa?”

Ternyata dengan membuatnya menjadi pembuat keputusan untuk dirinya sendiri cukup berhasil menenangkan suasana panas yg beberapa kali kami alami.

Saya pun bertanya lagi, “nanti mau diingatkan berapa kali?” Dan biasanya Sulung saya menjawab “1x aja, Ma”

Jika ada yang ingin saya bahas dengannya, saya pun memilih waktu saat anak saya mulai tenang, lupakan cara lama emak2 (mengomel), sebab semburan kata2 kita tdk akan pernah didengar 😁. Mubadzir.

Ketika suasana tenang, mulailah membuka komunikasi, menanyakan pemicu masalahnya, menggali akar permasalahan sangatlah penting, lalu kita beri masukan dari sudut pandang kita (orang dewasa), tanyakan kembali pendapatnya, kira2 penyelesaian terbaik menurutnya yg mana.

InsyaAllah masalah menghadapi anak remaja di rumah akan teratasi jika kita sebagai orang tua dapat menekan ego, bersabar, dan satu yang paling penting, memohon pertolongan dari Allah SWT.

Sedangkan untuk video di bawah ini, Iqro atau membaca sesuai makna nya ya, kapan waktu yang pas menggunakan cara drilling seperti ini? Saat anak mulai bertanya, apa ini, huruf apa ini, itu bacanya apa.

Akan tetapi, setting lingkungan untuk menunjang kemampuan literasinya harus dilakukan sejak dini. Dengan cara2 yg menyenangkan, tentunya.

Diposkan pada Uncategorized

Alhamdulillaah, selesai sudah gelaran acara CL 7th Anniversary, segala penat dari segenap panitia terbayar dengan terlihatnya sumringah di wajah anak2.

Tak lupa kami ucapkan terimakasih yg sebesar-besarnya pada pihak komite yg telah berurun rembuk tenaga dan pikiran demi suksesnya acara ini.

Semoga di usia yg ke-7 tahun ini, CL dapat senantiasa mendapat limpahan rahmat, perlindungan, dan hidayah dari Allah SWT, sehingga dapat dimudahkan dalam mendidik anak2 yg dipercayakan pada kami.

Pentas seni ini kami adakan dari seluruh keluarga besar CL, termasuk para orang tua. Sehingga terjalin keakraban dengan sesama orang tua.

Dan untuk membiasakan anak tampil percaya diri dan mandiri di hadapan khalayak.