Pendidikan Lifeskill pada Anak Usia Dini

Ayah Bunda.. Mama Papa..  Abi Ummi..
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan lifeskill?
Lifeskill adalah pendidikan yang memberikan kecakapan personal,  kecakapan sosial, kecakapan  intelektual dan  kecakapan vokasional untuk bekerja, berusaha dan atau hidup mandiri.
Orientasi Life Skills,  membangun  sikap  kemandirian,  untuk mendapatkan ketrampilan  sebagai bekal untuk bekerja  dan mengembangkan diri (skilled orientation).

Menurut Broling ( 1 9 8 9 ) lifeskill atau kecakapan hidup adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki seseorang sehingga mereka dapat hidup mandiri. (Depdiknas; 2003)

Richmond (2002: I ) , yang menyatakan bahwa lifeskills are the skills thus enable us to succed in the environments in which we live. Memiliki kecakapan hidup akan membuat kita berhasil di  lingkungan manapun berada. H a l  tersebut dikarenakan anak mempunyai bekal yang  dapat  digunakan untuk mengatasi setiap masalahyangdihadapinya. Dengan kecakapan hidup yang  dimiliki anak tidak akan merasa kesulitan dalam berinteraksi dan beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ditemuinya.

Dalam buku panduan yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (2002) , pendidikan kecakapan hidup dikelompokkan kedalam empat jenis, yaitu:
1. kecakapan personal (personal skills)
2. kecakapan sosial ( s o c i a l  s k i l l s )
3. Kecakapan akademik (academic s k i l l )
4. kecakapan vokasional (vocational skill)

Keempat kecakapan hidup tersebut dirinci sebagai berikut: (Alimufi; 2002,7-8)
1. Kecakapan Personal (personal skills)
Kecakapan personal terdiri dari kesadaran siapa saya dan kesadaran akan potensi diri. Kesadaran tentang dirinya (siapa saya) dirinci menjadi:  keimanan sebagai makhluk Tuhan YME;  pengembangan karakter antara lain: cinta kebenaran, tanggungjawab dan disiplin, saling menghargai dan membantu;  belajar menghargai lingkungan.
sedangkan kesadaran akan potensi diri dapat dirinci menjadi: belajar menolong diri sendiri dalam berpakaian, makan,
toileting; belajar menumbuhkan kepercayaan diri dan tidak cengeng melalui berbagai kegiatan dan belajar merawat diri; mengenal fungsi anggota tubuh dan cara mengoptimalkannya, misalnya memfungsikan kedua tangan untuk bekerja.
2. Kecakapan Berpikir Rasional (thinkingskills)
Kecakapan berpikir rasional terbagi menjadi: kecakapan menggali informasi, dapat dikembangkan dengan mencari
tahu apa masakan di rumah, apa bahannya, dimana membelinya, berapa saudara ayah, apa saja benda berwarna tertentu di kelas; kecakapan mengolah informasi , dapat dikembangkan antara lain melalui memikirkan mana jalan paling cepat dari rumah menuju sekolah, siapa yang berumah paling jauh, mencocokkan wama, dan atau bentuk benda; kecakapan mengambil keputusan, dapat dikembangkan antara lain melalui memutuskan ke mana jalan-jalan hari Jumat, apa menu kue minggu ini, siapa yang bertugas menyiapkan barisan minggu depan;  kecakapan memecahkan masalah, dapat dikembangkan misalnya melalui bagaimana mengatur agar kelas selalu bersih dan mengatur sampah di lingkungan sekolah.
3. Kecakapan Sosial (socialskills)
dibedakan menjadi dua bagian, yaitu kecakapan komunikasi dengan empati dan kecakapan bekerjasama.  Kecakapan komunikasi dengan empati dapat dikembangkan antara lain melalui bercerita, mendengarkan orang lain/kawan lain, bercerita dengan penuh perhatian, menuangkan pikiran/gagasan melalui gambar atau tulisan (jika sudah bisa). Sedangkan kecakapan  bekerjasama, dapat dikembangkan antara lain melalui kerja kelompok, menjadi anggota kelompok dan pimpinan kelompok serta kerja gotongroyong membersihkan kelas.
4. Kecakapan Pra-vocational (pre-vocational skills)
Kecakapan pra-vokasional dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu: koordinasi mata-tangan mata- kaki dapat dikembangkan melalui antara lain: menggambar, menulis, melempar, meniti papan bergoyang, bermain menangkap bola; keterampilan lokomotor, dapat dikembangkan antara lain melalui berjalan, berbaris, lari, melompat, merayap; serta keterampilan non lokomotor, dapat dikembangkan antara lain melalui berbagai gerakan tubuh dan senam.

Untuk anak usia dini, Creative Land Playgroup & Kindergarten membuat kegiatan aktif bagi siswa/i untuk menciptakan pengalaman menarik dan mengasyikkan dari konsep etos kerja yang ingin kami terapkan pada mereka, diantaranya disiplin, mandiri, mau berusaha, dan tidak mudah menyerah. Kemasan yang kami berikan pada anak adalah dengan cara bermain dan mencoba. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang pernah kami lakukan untuk menstimulus kemauan dan kemampuan anak-anak dalam ketrampilan hidup yang menurut kami perlu mereka miliki:
- Berwudhu dan Mempelajari gerakan sholat (4-6thn)
- Memasang kancing baju (3thn)
- Melepas sepatu sendiri (3-4thn)
- Setrika dan Melipat Baju (5-6thn)
- Menjahit (4-6thn)
- Menyapu lantai dan membenahi ruangan kelas mereka (4-6thn)
- Bermain peran (Guru, Kasir, Pembeli, Arsitek, dll) (4-6thn)
- Menanam Kangkung (3-6thn)
- Opening Time – Gerak dan Lagu / Bhs Indonesia & Inggris (2-6thn)
- dll

Drama - Greetings at the first meeting

Drama – Greetings at the first meeting

 

play time - shop owner, cashier, and the customer

play time – shop owner, cashier, and the customer

ironing session when the friends finish their task
ironing session when the friends finish their task